Program Komputer, Senjata Perang Dalam Dunia Digital

Hari ini kita telah memasuki sebuah era dunia, dunia yang baru dan berani. Kita sekarang berada dalam era yang baru, era kabel dan silikon, zaman teknologi dan data. Dalam dunia baru ini, senjata baru juga telah muncul. Sebuah bom yang dapat menyelinap secara diam diam, tampak tidak berbahaya, dan tak kasat mata.

senjata perang dunia digital, tentang virus stuxnet, ancaman dunia digital

Bagaikan agen rahasia yang tenang, bergerak di sepanjang jalur akses internet dan berada di kantong masyarakat sehari hari. Senjata ini mampu menghancurkan infrastruktur negara, melumpuhkan sebuah perusahaan, sekedar membuat kepanikan orang banyak, atau bla bla bla bla bla (-__-). Ini adalah senjata terbaik yang terkesan halus namun memiliki potensi sekuat armada nuklir. Senjata ini adalah program komputer, awal dari era baru perang informasi.

Pada pertengahan Juli 2010 lalu, sebuah program yang sangat luar biasa ditemukan 'berselancar' bebas di internet dan juga ditemukan telah menyebar ke sejumlah komputer di seluruh dunia. Saya mungkin kurang mengerti mengenai dunia programer dan sejenisnya, tapi satu hal saya ketahui, program yang telah diciptakan itu adalah program yang sangat 'menakjubkan'! Dengan memanfaatkan 4 celah keamanan sistem sekaligus, para desainer program tersebut telah membuatnya cukup berhasil. Program yang dimaksud adalah Win32/Stuxnet dan varian variannya, dan ini adalah senjata super pertama dalam dunia digital.

Fenomena Stuxnet ini adalah sebuah hal yang benar benar luar biasa. Untuk pertama kalinya, sebuah program dilancarkan untuk melakukan serangan fisik. Seperti yang diketahui, virus ini paling banyak menyebar di negara Iran,  dengan 60 ribu lebih komputer terinfeksi program Stuxnet. Stuxnet diprogram untuk melakukan serangan terhadap Sistem Supervisory Control and Data Acquisition, atau SCADA. SCADA digunakan untuk memonitor pembangkit listrik secara otomatis dari fasilitas kimia untuk pembangkit listrik. Saat komputer komputer SCADA terinfeksi Stuxnet, Stuxnet dengan cepat akan membuat komunikasi dengan server penyerang sehingga dapat digunakan untuk mencuri data perusahaan dan juga dapat mengambil alih sistem SCADA.

Hal ini tentu membuat pertanyaan, siapakah pembuatnya? Seperti dikatakan oleh Mikka Hypponen, seorang kepala penelitian perusahaan software keamanan F-Secure di Finlandia, dia percaya bahwa itu adalah serangan yang disponsori oleh suatu negara. Stuxnet sangat kompleks dan "jelas dilakukan oleh kelompok dengan dukungan teknologi dan keuangan yang serius." Ralph Langner, ahli cyber Jerman mengatakan serangan dilakukan oleh pakar yang berkualifikasi tinggi, mungkin sebuah negara. "Ini bukan peretas yang duduk di ruang bawah rumah orang tuanya." Pada website-nya, www.langner.com /en/index.htm, Langner mengatakan penyelidikan akhirnya "fokus" pada penyerang. "Para penyerang harus tahu ini. Kesimpulan saya adalah, mereka tidak peduli, mereka tidak takut masuk penjara."

Saya tidak akan membicarakan masalah tentang virus ini lebih jauh lagi, namun satu hal yang jelas, perkembangan dunia era digital telah menciptakan sebuah senjata perang yang baru pula. Stuxnet jelas bukanlah hasil ciptaan hacker underground yang bergerak sendiri, namun kemungkinan besar memang dipelopori oleh sebuah negara yang maju dengan aggaran dana yang pastinya tidak sedikit.

Kini kita telah melihat sebuah senjata dunia maya yang pertama muncul kehadapan publik. Tidak bisa dipungkiri lagi, dalam kurun waktu sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan, bisa saja kita akan melihat sebuah perubahan besar yang terjadi dalam era dunia informasi dan digital termasuk juga sistem persenjataan baru yang menggunakan program komputer seperti ini untuk digunakan dalam 'perang cyber' (Cyber War) antar negara.

Simon Child Sr.

Pemilik dan pengelola Simon Child Blog. Saat ini sedang belajar di Institut Pengangguran Sementara Indonesia. Bercita-cita menjadi seorang Pengangguran Profesional. #LOL

Dapatkan Update Artikel Terbaru melalui Email!

0 komentar

Ada yang ingin disampaikan terkait dengan artikel ini?

 
Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Redesigned by Simon Child Blog © 2012-2014
Posts RSSComments RSS
AboutContactPrivacy Policy